Sesungguhnya kita sangat-sangat beruntung hidup di negeri kepulauan yang berada paling dekat dengan katulistiwa. Negeri yang berada di Equator Belt ini hanya Indonesia, beberapa negara Amerika latin khususnya Brasil dan beberapa negara Afrika. Tetapi Afrika sangat kering, dan Brasil tidak terlalu banyak memiliki wilayah laut seperti kita di Indonesia.
Dengan posisi yang seperti inilah, Indonesia menjadi salah satu negara yang paling banyak memiliki hujan. Dampak dari hujan tropis ini berikutnya adalah di Indonesia-lah terdapat paling banyak spesies tumbuhan, binatang dan microorganism yang kemudian dikenal sebagai biodiversity. Salah satu tumbuhan itu adalah jamur.
Jamur adalah sumber protein yang sehat dan bisa diproduksi dari ‘awang-awang’. Karena untuk menghasilkan 10 kg jamur perhari selama 4-5 bulan berturut-turut, awalnya hanya dibutuhkan jaringan yang diambil dari jamur induk sebesar ujung jarum.
Untuk bisa tumbuh baik, jamur pada umumnya memerlukan suhu udara antara 22 oC - 28 oC dan kelembaban udara antara 60% - 70%. Suhu dan kelembahan yang dipersyaratkan untuk pertumbuhan jamur ini dengan mudah dapat dipenuhi oleh sebagian besar wilayah negeri ini. Dari mana negeri ini memperoleh keberuntungan tersebut ? Dari hujan yang secara kontinyu mengguyur sebagian besar wilayah negeri ini secara reguler. Dan salah satu tempat yang hampir selalu terguyur hujan setiap hari adalah kota Pontianak.
Jadi secara internal negeri ini sesungguhnya sangat beruntung dengan rizki yang terbawa seiring dengan seringnya turun hujan. Kita bisa membanjiri dunia dengan protein yang murah – yang bisa diproduksi secara massal di Indonesia.
Untuk memproduksi jamur secara massal ini tidak dibutuhkan tanah yang luas, tidak membutuhkan pupuk-pupuk yang mahal (yang sering diributkan subsidinya), tidak membutuhkan modal yang besar (yang hanya dimiliki para konglomerat dan tuan tanah); yang kita butuhkan terutama adalah lingkungan dengan suhu dan kelembaban yang tepat yang sudah dianugerahkan oleh Allah SWT secara melimpah melalui curah hujan negeri ini.
Yang kita butuhkan kemudian adalah ilmu perjamuran dan ketrampilan wirausaha/manajemen yang memadai; namun lagi-lagi ilmu membuat benih jamur, nsya Allah tidak sesulit membuat roket. Memanage industri jamur saya yakin juga tidak sesulit mengelola bank yang di bailout (yang kalau kita lihat di televisi nampaknya nggak ada yang bisa mengelola dengan benar !). Jadi orang-orang kebanyakan seperti Anda dan saya insyallah bisa memproduksi protein yang murah ini secara massal.
Bila ini benar-benar dapat kita lakukan, maka kebutuhan protein negeri ini akan dapat tercukupi dengan murah…dan syukur-syukur kita bisa menjadi solusi bagi milyaran penduduk dunia yang kini sedang kekurangan pangan dan gizi.
Allaahumma shayyiban naafi’an; Ya Allah jadikanlah hujan ini mafaat…
(Terinspirasi dari tulisan di www.geraidinar.com)